Authors Guidelines

  1. Jurnal ilmiah JPAK Widya Yuwana memuat hasil-hasil penelitian, hasil tefleksi, atau hasil kajian kritis tentang Pendidikan Agama Katolik yang belum pernah dimuat atau dipublikasikan di majalah/jurnal ilmiah lainnya.
  2. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau inggris sepanjang 7.500-10.000 kata dilengkapi dengan abstrak berbahasa Inggris sepanjang 50-200 kata dengan 3 sampai 5 kata kunci
  3. Artikel hasil refleksi atau kajian kritis memuat: Judul, Nama Penulis, Instansi Penulis, Abstrak (bahasa inggris), Kata kuci (keywords), Pendahuluan (tanpa anak judul), Isi (beserta sub judul sesuai kebutuhan), Penutup (Kesimpulan/Saran), Daftar Pustaka.
  4. Artikel Hasil Penelitian memuat: Judul, Nama Penulis, Instansi Penulis, Abstrak (bahasa inggris), Kata kuci (keywords), Pendahuluan/Latar Belakang Penelitian, Pembahasan (Tinjauan Pustaka, Metode Penelitian, Hasil Penelitian), Penutup (Kesimpulan/Saran), Daftar Pustaka.
  5. Catatan berupa referensi disajikan dalam model catatan lambung. Contoh:

Caputo mengatakan bahwa makna kehidupan religius harus berpangkal pada pergulatan diri yang terus-menerus dengan ketidakpastian yang radikal yang disuguhkan oleh masa depan absolut (2001:15).

  1. Kutipan langsung lebih dari empat baris diketik dengan spasi tunggal dan diberi baris baru dan diketik menjotok ke dalam. Contoh:

“For many years now historians have preferred to turn their attention to long periods, as if, beneath the shifts and changes of political events, they were trying to reveal the stable, almost indestructible system of checks and balances, the irreversible processes, the constant readjustments, the underlying tendencies that gather force, and are then suddenly reversed after centuries of continuity” (Foucault, 1972:1)

  1. Kutipan kurang dari empat baris ditulis sebagai sambungan kalimat dan dimasukkan dalam teks dengan memakai tanda petik. Contoh:

Dalam kedalaman mistiknya, Agustinus pernah mengatakan “Saya tidak tahu apakah yang saya percayai itu adalah Tuhan atau bukan.” (Agustinus, 1997:195)

  1. Bahasa asing ditulis dengan huruf miring (italic).
  2. Daftar Pustaka diurutkan secara alfabetis dan hanya memuat literatur yang dirujuk dalam artikel. Cara penulisan:

Kartodirdjo, Sartono., 1982, Perkembangan Historiografi Indonesia. Jakarta: Gramedia (UNTUK BUKU)

Selamat, Shelomita, 2009, “Pendidikan Multikultural sebagai Upaya Mewujudkan Perdamaian di Indonesia”, dalam Perspektif, Vol. 4 No. 1, Malang ( UNTUK JURNAL)